Langsung ke konten utama
Cari Blog Ini
PESONA CINTA
Laman AMPLIFIER LOVER Sabtu, 24 Desember 2016 Rangkaian Crossover Pasif Dan Perhitungannya Crossov
BERANDA
BUKU TAMU
IMAGE
Thursday, April 19, 2018 Tv Sharp Mati Protek 1. TV SHARP MATI PROTEK Pekerjaan servis tv kali ini cukup melelahkan dan sekaligus membahagiakan, fenomena ini menjadi cambuk buat pribados selaku Penulis dan Tuser untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama apalagi ini pengalaman pertama mengutak-atik tv SHARP yang tersohor dengan sistem protek kualitas jempolan. Walau sering servis Tv SHARPkebanyakan yang bermasalah part Ic Vertikal, Transistor H out, Tuner, Yoke Defleksi, FBT, STR Regulator dan Tr. RGB, Vcc 5V tr C1815/A1015 dan lain-lain. Kisahnya begini: bermula dari cerita teman bahwa tetangganya punya Tv yang nggak bisa hidup hanya lampu mata kucingnya aja yang nyala, ok. lah saya menyanggupi untuk hadir ke TKP ! Setelah kami datang ke tempat yang dituju ternyata di sambut gembira oleh tuan rumah dan tanpa ditanya beliau langsung mengeluarkan keluh kesahnya, maklumlah seorang ibu sang pemilik tersangka yaitu Tv SHARP WONDER 20W20dengan gejala bisa start, muncul raster sebentar lalu protek. Sharpwondr Selanjutnya sayapun mencoba untuk menyidik si tersangka dan mencari tahu apa gerangan yang terjadi. Pertama tentu saja harus di buka dulu penutup belakang kemudian merayunya dengan menyolder semua blok yang di curigai dari Vertikal, Horisontal dan Neng Icy yang selalu Singel namun tanpa membawa hasil apalagi semua part terlihat mulus.. Kemudian dengan sedikit menggertak coba angkat jumper 223 dekat pin 64 ternyata Tv mau nyala dan bersuara, dengan berbekal info itu maka pribados meneruskan penyidikan pada kerabatnya sebagai saksi yang meringankan. Dengan menggunakan alat pendeteksi kebohongan yaitu AVO meter, satu persatu membuka dioda-dioda sensor protek pun di mulai dan saya awali dengan membuka sensor tegangan Ic Vertikal D502 di teruskan sensor tegangan Ic Audio D503, D504 lalu sensor tegangan Vcc 5V D752, sensor tegangan 8V D609, sensor tegangan ABL D606, sensor tegangan 185V D613 dan sampailah pada sensor tegangan Heater D614 atau biasa di kenal dengan X-ray Protection, Tv tetap bungkam seperti awal pemeriksaan. Waakh.., sampai di sini semangat jadi mulai turun karena tips dari Pujangga Elektronik kang Aisy Romadona belum juga membuahkan hasil yang di harapkan, termenung beberapa lama sambil membolak-balik halaman Data Sheet yang ada di buku besar Eyang Gugel serta menghisap rongkok dan menyeruput kopi. tapi tak jua di ketemukan kasus yang sedang saya dalami ini. Rupanya masalah ini menjadi teka-teki yang harus segera di pecahkan bagi pribados, lama berpikir muncul rasa penasaran dengan jumper 223 sebagai Protek Utama dan hubungannya dengan dioda-dioda sensor D502, D503, D504, D752, D606, D609, D613 dan D614, setelah di telusuri ternyata semua dioda sensor bermuara pada Q603 transistor smd. Barulah ada titik terang kembali, apabila mencabut R613 10kΩ sama hal nya dengan mengangkat jumper 223, baiknya tes dengan membuka dioda zener D607 22V Tv bisa hidup lalu ukur tegangan ada 17v, lalu pasang kembali zener dan langsung ganti tr smd tes ulang hasilnya 30 menit Tv bisa nyala normal, karena merasa sudah berhasil menemukan biangkereknya maka Tv pun di tutup. Tapii... saat coba di Onkan lagi Tv nya kembali Protek . Sebetulnya ibu pemilik tv sudah tertawa girang karena Tv sudah bisa di tonton lagi bahkan anak-anaknya mulai rebutan remot karena ingin sekali nonton acara favoritnya tapi semuanya kembali lemas..,termasuk yang nyervisnya juga he..he.. Sampai terlontar secara spontan dari mulut si ibu.,, mungkin alat yang kayak kutu kampret itu bang..yang nggak kuat kali..? Ya mungkin aja bu, saya mau kasi yang gedean dach. jawab pribados sambil lirik-lirik bangke mesin tv Sharp yang sudah acak adul. Maka sebagai gantinya di pasang transistor C1815, Tv pun kembali nyala, Di sinilah kesalahan yang bermakna karena penasaran dengan rangkaian sistem Protektor, iseng mau tahu berapa volt di titik D610/RJ12 ternyata ada 12v alaa.. m@k ! mendadak Tv yang sedang nyala langsung jadi protek lagi tapi itu belum pribados sadari lalu Onkan Tv dan normal kembali, nah.., sekarang ketika sedang asyiknya nonton/tes sekitar 10 menitan tiba-tiba layar berkedip 2 x walau lampu led masih nyala hijau Tv langsung protek, lampu led pun merah lagi. Terpaksalah ubek lagi sekitar Q603, kedapatan dioda D607 short dikit di ukur pakai Ohm meter selektor 10k karena tidak ada stok DZ 22V jadinya di ganti dengan DZ 33V karena mengacu pada D610 pakai DZ 24v yang memonitor tegangan 12v lalu Onkan Tv dan normal lagi, berhubung masih penasaran saat Tv hidup cek tegangan di titik C603 1u/50v, pas ujung probe merah AVO meter menyentuh titik positif elko terdengar bunyi pelan tek-tek layar berkedip 2 x pula langsung protek lagi. Akibatnya kali ini setiap di Onkan selalu mati protek yaa seperti awal pertama datang. Ternyata apabila D610 yang di ukur D607 jadi korban dan begitu juga sebaliknya kalau yang di ukur D607 maka D610 langsung short, mungkin area protek ini sangat sensitif jadi saat hendak di ukur tegangan yang ada pada ke 2 dioda zener akan mengalami sedikit penurunan voltase sehingga membuat Protektor aktif. Akhirnya tanpa membuang waktu D607, D610 ganti dengan DZ 33v dan transistor C1815 di ganti dengan type sama dan sekarang setelah di tes ulang lebih dari satu setengah jam Tv di hidupkan tidak mengalami gangguan lagi. Coba on-off kan berkali-kali sudah tidak protek. http://purnama-elektronik.blogspot.co.id/2013/09/tv-sharp-gejala-mati-protek-dan-cara.html#.WtUO1dRubIU 2. Sistem Proteksi TV sharp Seingat penulis, sejak dulu, produk-produk tv sharp dilengkapi dengan sistem proteksi. Jika ditemukan kejanggalan/ketidaknormalan, tv akan protek dengan sendirinya (untuk keamanan perangkat/user). Dan sekarang ini, hampir semua tv ber-merk juga menggunakan sistem proteksi. Tetapi jika dibandingkan dengan proteksi kepunyaan tv sharp, nggak ada tandingannya. Oleh sebab itu, penulis tidak heran jika tv sharp menjadi momok bagi bengkel tv. Hampir semua bagian/blok tv sharp dilengkapi dengan sensor protek dengan jenis dan metode yang berbeda-beda, antara lain : Sensor Tegangan : v heater, B+ 115V, B+ vertikal, 12/16V dan tegangan-tegangan lainnya. Proteksi tegangan terdiri dari OverVoltage dan NoVoltage. Komponen yang dipakai untuk sensor tegangan biasanya menggunakan dioda (zener/dioda biasa--1N4148). Sensor Output/input blok: output vertikal (Vertical Guard), H sync, dll. TV akan protek jika tidak ada output/signal atau tegangan output dalam bentuk DC. Sensor Sync: walaupun jarang, proteksi ini biasanya sudah masuk di dalam IC jungle/chroma. X-ray protection: menyensor tegangan ABL, berfungsi guna menyensor tegangan HV (karena ABL adalah minusnya HV). dan yang terbaru, proteksi data digital. Karena rangkaian didesain sekompak/seringkas mungkin (dijadikan dalam 1 chip), maka sistem proteksi juga dimasukkan ke dalam IC tersebut. IC-ic tersebut akan mengirimkan data ke IC-program jika sistem (dalam ic tersebut) ada yang tidak beres, kemudian ic program akan memproteksi/mematikan perangkat tv. BOOT UP DAN SELF TEST Penulis akan mencoba menjelaskan urutan BootUp. BootUp adalah tahap-tahap beroperasinya tv, dari mati hingga beroperasi secara normal. Jangan heran jika sasis tv sharp yang memakai TDA93xx munculnya gambar agak lama...., karena ic programnya muter-muter dulu (kerennya SelfTest). Tahap-tahap self test (mohon koreksinya) sebagai berikut : Regulator beroperasi dengan baik--> adanya tegangan standby (3,3V), osilator kristal pada ic-program bekerja untuk memberi denyut/clock ic program. Program reset, reset dikontrol oleh IC reset (PST573, pada goldstar/merk lain KIA70) , pada pin 60. Setelah reset, program meload/membaca EEPROM (mengambil data servis). Jika gagal membaca/load --> protek. Setelah membaca EEPROM, program akan mencoba untuk menghidupkan tv (power on), diawali dengan menghidupkan regulator ke posisi ON (B+ 115V penuh), diikuti dengan beroperasinya osc jungle (horisontal dan vertikal). Untuk sementara, sinyal video dalam keadaan MUTE. Setelah trafo flyback bekerja, ic program (dengan bantuan zener, dioda-dioda), menyensor/mengecek tegangan-tegangan vital. Jika ditemukan ketidaknormalan, tv akan protek. Proses pengecekan tegangan diikuti oleh pengecekan input/output amplifikasi (vertical out, X-ray, dll). Tahap berikutnya adalah pengecekan sinyal/sync, sinyal video dimasukkan dan diproses (saat ini, output ke tabung/video drive masih di MUTE --> belum ada gambar/raster), tujuannya adalah mendeteksi dan memastikan bahwa osc hor dan vert tersinkronisasi oleh video/raster. Jika sync gagal, tv akan protek. Pengecekan digital/data servis. Sebelumnya, tv dinyalakan berdasarkan setting yang tersimpan dalam data servis (EEPROM), jika data tidak bisa diset, tv akan protek. misalnya. pada data NICAM diset pada 1 (NICAM=1) padahal pada rangkaian/tv tidak terdapat rangkaian NICAM, tv akan protek. Tahap ini adalah tahap pengecekan data digital (internal). Pengecekan digital eksternal (peripheral, diluar IC), program akan mengecek keberadaan peripheral/alat2 tambahan diluar IC melalui bus data (SDA dan SCL, menggunakan protokol I2C), kemudian mengeset peralatan-peralatan tersebut dengan data sesuai yang tersimpan dalam EEPROM. Pada sharp Wonder, peripheral/peralatan luar antara lain: Tuner (PLL), AN5891K (SoundProcessor) dan M52797SP (AV switch), jika komunikasi ke/dari perangkat2 luar tersebut gagal/terganggu, tv akan protek. Setelah semuanya beres, sinyal video di UNMUTE (ditampilkan). Selama beroperasi, ic program selalu memonitor semua pintu proteksi. Untuk tahap 5 dan 6 diatas, menggunakan pin protek yaitu pin 8 (normalnya sekita 3,2v) pada IX3386 dan IX3410. KODE KEDIP Untuk mengetahui dimanakah error/protek tersebut terjadi, pabrik sharp melengkapi produk tvnya dengan kode kedip. Kode kedip bisa diketahui dari panjang/pendeknya dan jumlah kedipan lampu LED indikator. Daripada pusing mengukur panjang/pendeknya kedipan, lebih mudahnya dihitung saja jumlah kedipannya. Kode kedip ditunjukkan dengan cara: Kode kedip menggunakan LED merah, kalo hijau yang berkedip mungkin bukan kode kedip. Sebagai gambaran (gunakan imajinasimu), kode kedip 4 akan ditunjukkan sebagai berikut : lampu led menyala 4 kali (lamanya kira2 200ms setiap menyala--kira2 seperempat detik--), kemudian jeda/mati kira2 setengah detik (400ms) -- menyala/kedip lagi 4 kali --> jeda/mati kira2 setengah detik (400ms) --> kedip lagi 4 kali ........ begitu seterusnya. Sedangkan jenis kode kedipnya beserta jenis kerusakannya sebagai berikut (berdasarkan pengalaman penulis), sebagai berikut : Kedip 1 kali : bus data error mungkin disebabkan program gagal dalam membaca memory atau bus data (SDA, SCL). Kedip 3 kali : Jungle (osc horisontal, vertikal), bisa juga disebabkan karena x-ray (ABL). Kedip 4 kali : Sinkronisasi gagal, video/raster tidak terdeteksi, VIF. Switch AV perlu diperhatikan. Kedip 6 kali : Internal peripheral, nicam, SIF. Disebabkan data service yang tidak sesuai. Kedip 7 kali : internal setting, format signal, setting decoder. Disebabkan data service yang tidak sesuai. Kedip 8 kali : Tuner (gagal mengeset frekuensi tuner atau tuner tidak terdeteksi), juga bisa disebabkan peripheral luar (misalnya AN5891K, M52797SP) karena bus terganggu. catatan: untuk kedip 2 dan 5 (atau kedip lainnya), penulis belum pernah menjumpai (jika ada yang pernah menjumpai mohon kontribusinya). TIPS PERBAIKAN SASIS INI Jika tv dinyalakan langsung merah (tanpa kedip), cek trafo FB, tegangan-tegangan vital, R625 (SMD) nilainya 180K, dari jalur 180V. Jika kedip 1 s/d 4, langkahnya : operasi semua solderan, kalo perlu disolder ulang. Lebih-lebih pada R dan C SMD dibawah ic Vertikal. Kalau belum manjur, ada komponen yang rusak seputar rangkaian Jungle, pin yang perlu dicek : pin 21 (Vdrive A), pin 22 (VdriveB), pin 33 beserta rangkaian hor drive. Tegangan-tegangan vital perlu juga dicek. Jika kedip 4 keatas, masuk saja ke service mode. TV akan menyala dan sempat untuk mengecek tegangan-tegangan. Kalo perlu ubah setting service mode. (tulis dulu setting awalnya, sebelum melakukan perubahan). Jika kode kedip berubah-ubah, misalnya ketika dinyalakan berkedip 8 kali trus dimatikan, dinyalakan lagi ternyata kedipnya berubah jadi 4 kali, yang perlu dicek adalah jalur bus data (SDA, SCL). Pada Wonder, cek dua zener 5V (D302, D303) lokasinya dekat dengan AN5891. Sebelum berniat untuk menyolder, sebaiknya cek dulu data service modenya. Dengan memahami tahapan Self Test, akan lebih mudah mengetahui letak kerusakannya. http://bukacatatan.com/judul/kerusakan-tv-sharp-protek.html 3. Memperbaiki TV Sharp Protek Mati Standby Kerusakan TV dengan gejala protek/ mati standby memang sering terjadi pada TV Sharp. Bukan hanya pada TV sharp saja, bahkan pada TV merk seperti polytron, LG, sony, akari, samsung dan banyak yang lainnya juga sering mengalami hal yang sama yaitu mati standby. Pada dasarnya sistem protek pada tv memang di tujukan untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah. Cara kerjanya adalah jika terdapat komponen tv yang mengalami short/rusak, maka sistem protek ini akan langsung aktif dan memutus paksa tegangan
https://m.youtube.com/watch?v=GnuLYMl9aIA
Lainnya…
Postingan
Menampilkan postingan dari Juli, 2020
Tunjukkan semua
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Juli 23, 2020
Baca selengkapnya
Postingan lainnya